• QA CMS - SIGAM.ID
img

Buat Surat

Tidak Ada Gambar

Terobosan Digital Kelautan SIG DKP Aceh Hadirkan Peta Interaktif Zonasi dan Kawasan Konservasi Laut yang Akurat


BANDA ACEH – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mengambil langkah signifikan dalam modernisasi tata kelola ruang lautnya. Bekerja sama dengan pengembang teknologi (Sigam/QA Software), DKP Aceh tengah merampungkan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web yang canggih. Aplikasi ini dirancang untuk memetakan, memantau, dan mengelola wilayah perairan Aceh yang luas secara digital, transparan, dan terintegrasi.

Langkah ini merupakan respons strategis terhadap kebutuhan mendesak akan data spasial kelautan yang akurat, mengingat posisi Aceh yang strategis dengan potensi sumber daya laut yang melimpah namun juga memiliki kawasan konservasi yang harus dilindungi.

Visualisasi Detail Pola Ruang Laut dan Zona Perikanan

Berdasarkan tampilan antarmuka sistem yang sedang dikembangkan, aplikasi SIG DKP ACEH ini mampu menyajikan data spasial yang sangat kompleks menjadi peta interaktif yang mudah dipahami.

Beberapa fitur unggulan yang terlihat dalam pengembangan tahap ini meliputi:

1. Pemetaan Kawasan Konservasi dan Alur Laut: Sistem secara jelas memvisualisasikan batas-batas "Kawasan Konservasi" (ditandai dengan area poligon merah pada peta) di sekitar perairan Aceh. Selain itu, tergambar juga garis-garis alur laut dan pengukuran jarak antar titik di perairan lepas pantai, yang krusial untuk navigasi dan pengawasan.

2. Detail Data Zonasi hingga Tingkat Tapak: Keunggulan utama sistem ini terletak pada kedalaman datanya. Pengguna tidak hanya melihat peta warna-warni, tetapi dapat mengklik area tertentu untuk melihat detailnya.

* Seperti yang ditunjukkan dalam uji coba sistem, ketika mengklik salah satu zona di perairan Aceh Jaya/Aceh Barat, sistem menampilkan popup informasi lengkap: mulai dari jenis zona (Perikanan Tangkap), keterangan spesifik (Perikanan Demersal), status dokumen, hingga luas area yang sangat presisi (contoh: 34.278 Hektar).

3. Legenda Peta yang Komprehensif: Sistem dilengkapi dengan legenda yang dinamis, memudahkan pengguna membedakan antara Alur Laut Poli, Peta KPU (Kawasan Pemanfaatan Umum), dan Kawasan Konservasi.

Transformasi dari Peta Konvensional ke Digital Cerdas

Pengembangan SIG DKP Aceh ini menandai transformasi besar dari pengelolaan data berbasis peta konvensional menuju sistem digital cerdas.

"Sistem ini dibangun untuk memastikan bahwa Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) di Aceh dapat diimplementasikan dan diawasi dengan lebih baik. Dengan basis web, data ini nantinya dapat diakses dengan lebih mudah oleh pemangku kepentingan terkait, mengurangi potensi konflik pemanfaatan ruang laut, dan memastikan kelestarian kawasan konservasi," ungkap perwakilan tim pengembang.

Aplikasi ini diharapkan menjadi alat bantu utama bagi DKP Aceh dalam pengambilan keputusan terkait perizinan, pengawasan sumber daya kelautan, dan perencanaan pembangunan pesisir yang berkelanjutan di masa depan.